Alamatemail

Blog Jualanku

Bisnis

Apa itu pelatihan K3?

 

Pelatihan K3 adalah pelatihan yang diselenggarakan untuk membekali, meningkatkan dan mengembangkan kemampuan pekerja mengenai K3, biasanya tentang prosedur pelaksanaan pekerjaan dan pengetahuan tentang bahaya-bahaya yang ada di sekitar mereka dan pencegahannya.
Manfaat pelatihan K3 yang efektif:
• Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pekerja
• Membantu pekerja melaksanakan pekerjaannya dengan aman, tanpa menimbulkan risiko bagi kesehatannya
• Mengurangi kecelakaan kerja
• Mengurangi absensi dan penggantian pekerja
• Mengurangi biaya kompensasi akibat kecelakaan kerja dan PAK
• Mengurangi biaya pemeliharaan mesin dan kerusakan alat kerja
• Meningkatkan kepuasan kerja
• Meningkatkan produktivitas kerja
• Membangun komunikasi jadi lebih baik
• Menciptakan kerja sama yang baik
• Mengembangkan budaya K3 yang positif dengan lingkungan kerja yang aman dan sehat
• Memenuhi kewajiban hukum bagi pengusaha untuk melindungi kesehatan dan keselamatan pekerja.

Siapa yang membutuhkan pelatihan K3?
Pekerja hingga kontraktor yang ada di lingkungan perusahaan perlu memahami sistem keselamatan yang berlaku, prosedur bekerja aman, dan pengendaliannya. Oleh karena itu, pelatihan K3 secara berkala perlu dilaksanakan. Namun tentu saja, jenis pelatihan K3 yang diberikan akan berbeda dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta pelatihan.

Seberapa sering pelatihan K3 harus diberikan?
Di Amerika Serikat, Occupational Safety and Health Administration (OSHA) merekomendasikan setiap pengusaha harus melaksanakan setidaknya empat tingkat pelatihan K3, di antaranya:
• Pelatihan awal diperlukan sebelum pekerja memulai pekerjaan mereka
• Pelatihan K3 tahunan diperlukan untuk jenis pekerjaan tertentu, termasuk pekerjaan yang berhubungan dengan medis dan lingkungan
• Pelatihan inkremental untuk meningkatkan atau mengembangkan keterampilan pekerja secara khusus, yang dilaksanakan setiap tahun atau setiap tiga tahun sekali
• Pelatihan mengenali potensi bahaya yang dilakukan setiap kali perusahaan mengidentifikasi bahaya di tempat kerja baru.
Meski pengalaman pekerja sudah banyak, keterampilan pekerja sudah tinggi, atau mereka sudah bekerja dengan aman sesuai prosedur yang berlaku bukan berarti kecelakaan kerja atau cedera tidak mungkin terjadi.
Penyegaran, pelaksanaan pelatihan berulang-ulang dan program pelatihan K3 berkelanjutan sangat perlu dilakukan setidaknya setiap 1 tahun sekali, setiap ada pekerja baru, perubahan prosedur kerja, atau kondisi tertentu.

Inilah 10 poin urgen yang mesti supervisor lakukan supaya program pelatihan K3 lebih baik dan efektif:

1. Pelatihan K3 mesti dilaksanakan berulang-ulang andai pekerja gagal mengetahui dan merealisasikan pengetahuan baru

Dalam urusan ini, supervisor mesti memantau peradaban setiap pekerja sesudah pelatihan K3 selesai dilakukan untuk mengukur seberapa baik mereka merealisasikan prosedur K3 pada pekerjaannya.

2. Materi pelatihan K3 mesti disajikan secara bertahap dan sistematis

Metode pelatihan K3 mesti jelas dan dikatakan secara berurutan. Semua pelajaran pelatihan K3 mesti dikatakan kepada pekerja secara bertahap dan sistematis cocok urutan tahapan menyelesaikan kegiatan dengan aman.

Hindari menjejali pekerja dengan tidak sedikit informasi secara terus-menerus. Hal ini dapat membuat mereka keletihan dalam menyerap informasi, sampai-sampai berpotensi menyebabkan stres.

3. Menjelaskan pentingnya pelaporan cepat andai terjadi insiden, kecelakaan, penyakit dampak kerja (PAK), dan cedera di lokasi kerja ketika pelatihan K3 dan ketika mengikuti Sertifikasi Migas k3

Pelatihan K3 tidak saja sekadar menghadiri ruang belajar dan memperhatikan materi yang dikatakan pelatih. Banyak pengetahuan dan empiris baru yang bisa pekerja terapkan melewati pelatihan K3. Salah satunya tentang prosedur pelaporan bila terjadi kecelakaan, cedera atau bahkan PAK.

4. Melakukan pelatihan K3 untuk pekerja yang terkena akibat perubahan kepandaian dan formalitas yang bersangkutan dengan kegiatan mereka

Sebaiknya adakan pertemuan teratur atau pelatihan K3 dengan pekerja masing-masing ada perubahan kepandaian dan formalitas pekerjaan. Setiap informasi evolusi yang dikatakan secara konsisten menciptakan pekerja menyadari alangkah pentingnya penerapan K3 di lokasi kerja.

5. Memberikan penyegaran pelatihan K3 eksklusif untuk kegiatan berisiko tinggi

Khusus guna pekerja yang mempunyai pekerjaan berisiko tinggi atau berpotensi besar merasakan cedera dan kemalangan kerja, mereka mesti diserahkan penyegaran pelajaran dan pelatihan K3 secara rutin guna meyakinkan formalitas bekerja aman tetap dilaksanakan dengan baik.

6. Pengusaha, supervisor atau manajemen puncak lainnya mesti menjalin komunikasi tersingkap dengan pekerja

Pertama, kenali karakter pekerja kita dan berkomunikasilah secara tersingkap dengan mereka. Hal ini menciptakan mereka merasa lebih nyaman dengan Anda. Ajak mereka guna lebih aktif mengucapkan pendapat dan mengemukakan pertanyaan sekitar pelatihan.

Berikanlah respons atau umpan balik atas keterlibatan mereka dalam pelatihan K3. Umpan balik terhadap pekerja ini urgen untuk mengetahui pengalaman langsung mereka bersangkutan formalitas K3 pada kegiatan mereka.

7. Memberikan pelajaran keselamatan secara lisan tanpa disertai misal langsung atau alat tolong visual terbukti tidak cukup efektif

Menyampaikan pelajaran pelatihan secara pasif atau komunikasi melulu terjalin satu arah pasti akan membosankan. Bila Anda hendak pekerja benar-benar tercebur dalam pelatihan K3, pakai alat tolong visual laksana gambar, video, atau peralatan penyokong yang bersangkutan dengan pelajaran yang disampaikan.

Misalnya, andai Anda berkata tentang pemakaian APAR, Anda dapat menunjukkan contohnya untuk pekerja mengenai langkah-langkah pemakaian APAR dan hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilaksanakan selama memakai APAR.

8. Mengamati kinerja pekerja pasca pelatihan K3

Seperti yang sudah diterangkan pada poin kesatu, supervisor mesti menyimak pekerja ketika mereka mengerjakan pekerjaannya dan lihat apakah yang mereka kerjakan sudah cocok dengan formalitas bekerja aman atau belum. Berikan evaluasi terhadap kinerja pekerja sesudah pelatihan K3.

9. Menggunakan pendekatan baru dengan studi permasalahan saat pelatihan K3

Anda dapat menceritakan misal kasus mengenai suatu kegiatan atau kejadian nyata kemalangan kerja cocok materi pelatihan. Butuh waktu tidak cukup dari sedetik guna kehilangan nyawa andai pekerja masih melalaikan pentingnya penerapan K3 di lokasi kerja.

10. Memberikan pelajaran pelatihan K3 yang spesifik bersangkutan sebuah pekerjaan

Pastikan pekerja menemukan materi pelatihan yang spesifik tentang pekerjaannya. Setiap pekerjaan, masing-masing mesin, setiap perlengkapan mempunyai potensi bahaya dan formalitas pengoperasian yang bertolak belakang dan membutuhkan pengetahuan dan kemampuan K3 tertentu supaya pekerja bisa menggunakannya dengan benar.