Apakah yang Dimaksud Penerjemah Tersumpah (Sworn Translator)

 

 

Istilah penerjemah tersumpah (sworn translator) barangkali belum begitu tak asing di masyarakat. Siapa sebetulnya penerjemah tersumpah itu. Apakah perbedaan antara penerjemah tersumpah dengan penerjemah yang tidak disumpah/penerjemah biasa?

Penerjemah bersumpah/penerjemah tersumpah/sworn translator ialah mereka semua penerjemah yang telah lulus dari ujian kualifikasi penerjemah bersumpah. Ujian penerjemah bersumpah ini diadakan oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia bareng dengan pemerintah DKI Jakarta. Penerjemah yang lulus ialah penerjemah dengan nilai A (nilai 80 ke atas). Untuk penerjemah yang lulus akan dipungut sumpahnya oleh Gubernur dengan pemberian Surat Keputusan sebagai penerjemah bersumpah. Dengan SK yang dipunyai para penerjemah itu secara resmi bisa berpraktik sebagai penerjemah tersumpah.

Penerjemah tersumpah memiliki spesifikasi dokumen yang diterjemahkan yakni dokumen-dokumen yang berkekuatan hukum. Penerjemah tersumpah menerjemahkan dokumen cocok dengan naskah sumbernya. Hasil terjemahannya dinyatakan secara hukum. Sehingga dinyatakan legalitasnya sebab hasil terjemahannya tidak melenceng dari aslinya. Dokumen-dokumen itu antara lain: ijazah, transkrip nilai, raport siswa, laporan hasil belajar, susunan nilai siswa, Surat kerangan Lulus, SKHUN, akte Kelahiran, Akte Perceraian,
Akte Pendirian Perusahaan, Akte Perceraian, Akte Nikah, Buku Nikah, Surat Nikah, Surat penjelasan Belum Menikah, Surat Keterangan Sehat, surat Keterangan Dokter, Sertifikat, Surat pengadilan, surat putusan, surat perjanjian, surat kontrak, kartu keluarga, ktp, skck, Pasport, dan lain-lain. Dokumen-dokumen tersebut seringkali diterjemahkan untuk kebutuhan dengan luar negeri, misalnya: beasiswa edukasi di luar negeri, bekerja, imigrasi, atau kebutuhan bisnis dengan pihak asing.

Hasil terjemahan oleh penerjemah tersumpah ada cap dan tanda tangannya. Penerjemah tersumpah seringkali mendaftarkan tanda-tangan atau cap mereka pada kedutaan-kedutaan besar di Jakarta guna mempermudah pihak kedutaan memvalidasi hasil terjemahan tersebut melewati cap dan tanda tangan yang sudah didaftarkan tersebut. Hal ini akan mempermudah pemakai jasa terjemahannya.

Dengan demikian perbedaan penerjemah tersumpah dengan penerjemah tidak tersumpah ialah pada aspek legalitas dokumen yang diterjemahkan. Hasil terjemahan penerjemah tersumpah dibubuhi cap dan tanda tangan penerjemahnya, sementara hasil terjemahan penerjemah biasa, tidak. Mengenai kualitas hasil terjemahan penerjemah tersumpah tidak tidak jarang kali lebih baik dikomparasikan penerjemah biasa. Karena perbedaan mereka melulu pada kekuatan hukum hasil terjemahannya. Banyak penerjemah biasa yang memiliki kualitas bagus tidak mengikutsertakan diri sebagai penerjemah tersumpah. Dokumen yang diterjemahkan oleh penerjemah biasa berupa bacaan-bacaan umum atau teks akademik, antara lain: abstrak, artikel, jurnal internasional, naskah publikasi, tesis, skripsi, disertasi, ringkasan tesis, ringkasan disertasi, e-book, buku, dan lain-lain.

About The Author