Cara Efektif Melakukan Penilaian Kinerja Karyawan Anda

Dalam perusahaan ada yang namanya penilaian kinerja (performance appraisal), makna lainya tinjauan kinerja, evaluasi kinerja, atau penilaian karyawan. Penilaian kinerja karyawan  merupakan usaha melakukan penilaian pada prestasi seseorang yang memiliki tujuan meningkatkan produktivitas karyawan yang selanjutnya meningkatkan produktivitas perusahaan.
Point-poin yang biasanya digunakan di dalam penilaian kinerja karyawan adalah :

Tentang konsistensi waktu

  • Apakah Anda selamanya berkunjung tepat pada waktunya selagi bekerja?
  • Apakah semua pekerjaan selesai dengan baik dan sesuai targe waktu?
  • Apakah Anda menolak atau menerima tugas tambahan yang diberikan atasan Anda?
  • Apakah semua tujuan Anda tercapai?

Tentang Atitute dan komitmen

  • Apakah Anda bisa bersikap baik dengan atasan atau rekan kerja di dalam satu perusahaan ?
  • Apakah SOP semua berlangsung baik?
  • Apakah Anda bisa berkoordinasi dengan semua elemen di dalam perusahan baik atasan maupun bawahan atau tim anda?

Tujuan penilaian kinerja karyawan adalah meningkatkan produktivitas perusahaan. Namun, tujuan ini kerap tidak tercapai sebab banyak perusahaan tidak melakukan penilaian kinerja karyawan dengan baik.

Dari selagi ke w aktu, akan berlangsung penurunan motivasi kerja dan diikuti dengan penurunan pencapaian tujuan perusahaan dari tahun ke tahun.

Untuk  mencegah hal berikut tersebut, perusahaan harus melakukan penilaian kinerja yang efektif pada karyawannya.

Lalu bagaimana beberapa langkah penilaian kinerja yang efektif ? berikut akan kita ulaskan untuk Anda.

Dalam buku Tips and Tricks for Driving Productivity, berjudul : Strategi dan Teknik Mengelola Kinerja untuk Meningkatkan Produktivitas, Michael Adryanto mengungkapkan  , penilaian kinerja cuma akan efektif jikalau ditunaikan secara fair dan objektif.

Fair berarti memenuhi  standar yang telah ditetapkan, sedangkan objektif berarti memenuhi nilai-nilai yang diberikan dan sesuai dengan tingkat pencapaian.

Ada lima hal yang harus diperhatikan untuk menilai apakah penilaian ini fair :
Yaitu dengan ;

#1. Tujuan kinerja yang jelas

#2. Tujuan berikut disepakati bersama

#3. Tujuan berikut berkaitan dengan gambaran jabatan

#4. Melalui pertemuan tatap muka

#5. Melalui diskusi

Sedangkan untuk mengimbuhkan penilaian objektif, Ada 6 hal yang harus Anda mempertimbangkan ;
#1. Data harus aktual

#2. Menilai tingkah laku karyawan baik tingkah laku positif dan negatif

#3. Ada faktor keberanian dan ketegasan Anda

#4. Memiliki proses penilaian yang terstruktur

#5. Formulir yang mudah di pahami dan tidak rumit selagi pengisian

#6. Kemampuan penilaian (Anda atau juri yang menilai)

Lalu bagaimana proses penilaian kinerja yang harus ditunaikan ?
Berikut adalah langkah-langkahnya ;

1. Persiapkan data-data yang akan dibutuhkan untuk melakukan penilaian kinerja
Pertama  persiapkan data-data yang berkaitan dengan tingkah laku dan kinerja bawahan Anda. Bisa  berupa catatan, laporan, hasil bimbingan terakhir, dan sebagainya (sejenis Rapor kinerja karyawan).

2. Buat penilaian dengan data-data yang Anda memiliki tersebut
Manfaatkan dan manfaatkan data-data yang ada sebagai dasar mengimbuhkan penilaian dan mengimbuhkan umpan balik. Penilaian dan umpan balik ini berupa draf penilaian (sementara).

Tetapi, walaupun berupa sementara, ini akan penting nantinya, jadi bualah sebaik mungkin. Karena ini adalah DNA dari keputusan di akhir nantinya.

3. Jika Anda memiliki Atasan, diskusikan dengan atasan langsung
Biasanya penilaian kinerja ditunaikan oleh bagian HRD, walaupun telah diberikan wewenang, namun selamanya harus mendiskusikan dengan atasan.

Ini memiliki tujuan memperoleh keputusan yang fair dan objektif

4. Buat pertemuan dengan bawahan / karyawan Anda
Setelah keputusan  final diperoleh, buat peremuan dengan bawahan Anda. Cari selagi dan tempat yang nyaman (misalnya di area kerja atau area rapat.

5. Berikan hasil penilaian kepada bawahan Anda
Setelah mendapatkan selagi dan tempat yang tepat, serahkan hasil penilaian kamu kepada karyawan Anda. Berikan selagi yang lumayan bagi karyawan untuk lihat dan mempelajari dokumen penilaian yang telah kamu buat.

6. Mendiskusikan hasil penilaian yang telah dibuat dengan bawahan
Diskusi ini bukan memiliki tujuan untuk mempengaruhi hasil penilaian, melainkan membicarakan apa saja kekurangan dan kelebihan yang harus di perbaiki atau ditingkatkan. Dalam sesi ini, penting untuk memotivasi karyawan.

Berikan kesempatan bawahan Anda untuk menyampaikan pendapat atau tanggapan. Terkait hasil penilaian tersebut, namun bukan berarti akan mempengaruhi hasil penilaian. Ini digunakan sebagai masukan bagi Anda.

Anda harus menerima tiap tiap argumen dan pendapat mereka, diskusikan dengan baik supaya diperoleh hasil penilaian yang fair dan objektif.

7. Beritahukan rencana pengembangan yang akan dilakukan
Setelah karyawan mengerti hasil penilaian kinerja dan diskusi berkaitan hal berikut telah dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah memberitahukan mengenai rencana pengembangan yang akan dilakukan.

Pengembangan ini bisa berupa pelatihan, promosi jabatan, penugasan, mutasi atau permagangan.

Tujuannya untuk memperoleh kesepakatan dengan supaya rencana pengembangan berikut berlangsung dengan lancar dan berfaedah bagi peningkatan kinerja karyawan dikuartal seanjutnya .

Sehingga dikuartal selanjutnya bisa dicermati apakah pengembangan karyawan berlangsung efisisn dan efektif atau tidak pada kinerja karyawan.

Penutup
Penilaian kinerja karyawan yang ditunaikan secara tertib  dan berkala akan menopang pertumbuhan perusahaan.

Anda bisa membandingkan pada karyawan yang tidak dulu ditunaikan penilaian kinerja dan yang diberikan penilaian. Apakah penilaian kinerja ini efektif atau tidak.

Semua akan ulang kepada kemajuan perusahaan melalui kinerja yang baik dari karyawannya. Tingkatkan tetap kinerja karyawan di dalam perusahaan untuk raih tujuan yang di cita-citakan.

About The Author