Sejarah Fotografi

Belajar Fotografi – Fotografi pasi sudah tidak asing di telinga kita. Saat ini tiap tiap waktu kita pasti memandang hasil karya fotografi. Hampir tiap tiap orang waktu ini puas melakukan keregiatan fotografi di dalam kehidupan sehari – hari. Namun, apa sih yang dimaksud dengan fotografi? Bagaimana asal mula fotografi?

Sejarah Fotografi jaman th. 1600-1700 an
Pada th. 1614, Angelo Sala mengemukakan terhadap tulisannya yang berjudul Septem Planetarum terrestrium Spagirica recensio. Pada papernya berikut Angelo Sala menuliskan ” Jika serbuk perak nitrat terkena sinat matahari, maka akan berubah menjadi hitam layaknya tinta”. Dijelaskan juga bahwa kertas yang digunakan untuk membungkus perak nitrat untuk beberapa th. berubah menjadi hitam. Inilah sebagai awal histori fotografi.

Sekitar th. 1717 Johann Heinrich Schulze secara tidak sengaja menemukan bahwa kalau bubur kapur dan asam nitrat yang dicampur dengan larutan perak menjadi gelap waktu terpapar sinar matahari. Kemudian ditunaikan penelitian sambungan dengan gunakan larutan yang dimasukkan ke di dalam botol. Dalam botol berikut diberikan stensil tulisan, lantas digunakan untuk menghalangi campuran bubur kapur, asam nitrat, dan larutan perak berasal dari sinar matahari. Hasilnya, campuran berikut menghasilkan tulisan serupa dengan stensil yang ada terhadap botol. Inilah cikal akan fotografi yang pertama.

Era Tahun 1800 an
Pada th. 1800 Thomas Wedgwood dipercaya sebagai orang pertama kali yang berkhayal cara menangkap pantulan sinar obyek di dalam bahan sensitif cahaya. Wedgwood melakukan eksperimen dengan gunakan kaca yang dilukis dan gunakan lembaran kulit berwarna putih yang dilembabkan dengan larutan perak nitrat.

Sayangnya, percobaan ini tidak berhasil. Thomas Wedgwood meninggal terhadap th. 1805 terhadap umur 34 tahun.

Pada th. 1816, Nicéphore Niépce dengan gunakan kertas yang dilapisi dengan perak klorida sukses memfoto sebuah gambar terhadap kamera kecil. Namun, hasil gambar ini merupakan kebalikan berasal dari obyek. Bagian terang terhadap obyek menjadi gelap terhadap hasil gambar, begitu pula sebaliknya.

Hasil foto Niépce tertua yang tetap ada dibikin terhadap rentang waktu antara th. 1826 atau 1827.  Gambar ini dicetak terhadap sebuah pelat pewter yang dipoles dan dilapisi dengan larutan sensitif cahaya.

Pada th. 1833 Niépce meninggal. Kemudian penelitiannya dilanjutkan oleh patnernya yang bernama Louis Daguerre. Sebelum meninggal, Niépce meninggalkan catatan penelitiannya kepada Daguerre. Jadi Daguerre bisa melanjutkan penelitian yang sudah mulai menghasilkan hasil ini.

Di th. 1839, Daguerre menemukan solusi untuk kasus exposure time yang lama. Memang terhadap waktu itu, memang untuk menangkap gambar ke di dalam tempat sensitif sinar diperlukan waktu exposure yang memadai lama.

Hal ini tentunya membawa dampak gambar yang dihasilkan menjadi kabur sebab motion blur. Daguerre menemukan metode untuk memperbaiki kasus waktu exposure. Sehingga bisa menghasilkan gambar yang lebih baik.

Setelah penemuan ini, kemajuan teknologi fotografi jadi pesat. Banyak penelitian yang ditunaikan untuk mengembangkan teknologi fotografi ini.

Perusahaan Kodak Eastman yang dimiliki oleh George Eastman membawa dampak roll film yang praktiis digunakan di dalam kamera kecil.

Perkembangan histori fotografi ini juga didukung dengan teknologi kamera dan lensa yang juga jadi berkembang. Kamera menjadi lebih efektif dan praktis untuk digunakan.

Sejarah Fotografi Digital

Gambar Walden Kirsch yang discan ke di dalam pc SEAC terhadap th. 1957. gambar : wikipedia.org
Seiring dengan berjalannya waktu, histori fotografi memasuki babak baru. Era digital sudah membawa dampak fotografi menjadi lebih efektif dan efisien. Lebih efektif sebab digunakannya sensor digital untuk mengambil alih roll film yang tidak cukup ekonomis.

Sejarah fotografi digital di mulai dengan dikembangkannya drum wirephoto scanner oleh sebuah tim yang dipimpin oleh Russell A. Kirsch terhadap th. 1957. Tim ini mengembangkan versi scanner berikut sehingga hasil scan bisa ditrensfer menjadi file digital di dalam memory komputer.

Pada th. 1969, ditemukan perangkat Charged Coupled Device (CCD) oleh  Willard Boyle dan George E. Smith di AT&T Bell Labs. Pada mulanya, perangkat ini merupakan perangkat penyimpan data.

Kemudian Dr. Michael Tompsett berasal dari Bell Labs menemukan bahwa perangkat CCD berikut bisa difungsikan sebagai peranglat sensor untuk fotografi. Oleh sebab itu, mulailah dikembangkan CCD sebagai sensor terhadap perangkat fotografi.

Pada th. 1973, perusahaan semikonduktor Fairchild Semiconductor merilis chip CCD yang berguna untuk menangkap citra gambar. Sensor ini berukuran 100 baris dan 100 kolom.

Di Tahun 1975,Bryce Bayer berasal dari Kodak mengembangkan Bayer Filter mozaik pattern untuk sensor gambar berwarna CCD. Kemudian terhadap th. 1986, Ilmuwan Kodak lagi membawa dampak temuan penting di dalam histori fotografi digital. Mereka mengembangkan sensor megapiksel pertama di dunia.

Kemudian jaman fotografi digital konsisten berkembang sampai waktu ini. Berbagai temuan dan pengembangan perangkat fotografi konsisten berkembang sejalan dengan perkembangan jaman.

Nah itulah artikel tentang histori fotografi dunia. Oh iya, terhadap atikel di atas, saya hanya mengambil poin – poin penting berasal dari perkembangan dunia fotografi. Biar tidak bingung, sebab terhadap perkembangan histori fotografi melibatkan aneka bahan kimia yang bagi orang awam akan sulit dimengerti.

Demikian artikel tentang histori fotografi dari tukangpotogadungan.com. Semoga berguna bagi kita semua. Terima kasih sudah berkunjung di blog ini. Salam Jepret

About The Author