Tujuan dan jenis Jaminan Sosial Tenaga Kerja

 

 

Jaminan sosial tenaga kerja merupakan serangkaian jaminan yang berhak diterima oleh tenaga kerja. Jaminan-jaminan ini telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia sehingga wajib untuk diberikan oleh setiap perusahaan. Adanya jaminan sosial ini sengaja diberikan untuk menjaga kehidupan tenaga kerja Indonesia. Tujuan-tujuan dari diadakannya jaminan sosial untuk tenaga kerja di Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Memberikan perlindungan kepada tenaga kerja

Tujuan utama dari adanya jaminan sosial tenaga kerja adalah memberikan perlindungan kepada tenaga kerja. Perlindungan ini diberikan untuk menghindari adanya tindak kesewang-wenangan kepada tenaga kerja dari perusahaan tempatnya bekerja. Tindakan tidak adil hingga tidak dipenuhinya hak-hak tenaga kerja dapat diperjuangkan dengan adanya jaminan sosial ini. Maka dengan begitu kesejahteraan tenaga kerja juga lebih terjamin. Jaminan sosial ini adalah hak untuk seluruh tenaga kerja di Indonesia ataupun tenaga kerja Indonesia yang ada di luar negeri. Meski begitu jaminan sosial untuk tenaga kerja Indonesia di luar negeri telah diatur sendiri.

  • Tenaga kerja mendapatkan upah yang sesuai

Adanya jaminan sosial tenaga kerja juga menjamin bahwa tenaga kerja akan mendapatkan upah yang sesuai. Terutama upah untuk jam kerja mereka yang diluar batas dan telah diatur sesuai dengan upah minimum. Melalui jaminan sosial tenaga kerja ini pula tenaga kerja bisa mendapatkan upah yang seharusnya mereka dapatkan pada kondisi tertentu misalnya cacat atau meninggal. Meski tenaga kerja tersebut sudah tidak mampu untuk bekerja, tetap ada upah yang harus mereka terima. Maka bisa dikatakan juga jaminan sosial tenaga kerja merupakan life insurance. Perusahaan wajib memberikan upah yang sesuai standar yang ditetapkan baik ketika tenaga kerja tersebut masih bekerja ataupun ketika ia sudah tidak bekerja.

  • Memberikan motivasi untuk bekerja

Melalui adanya jaminan sosial tenaga kerja, dapat meningkatkan motivasi dalam bekerja. Maka sama saja kesejahteraan mereka selama bekerja telah dijamin oleh perusahaan. Dengan begitu tenaga kerja bisa menjadi lebih semangat lagi untuk bekerja. Motivasi bekerja dengan lebih giat ini juga menjadi keuntungan untuk perusahaan untuk menghasilkan produk dan jasa yang lebih memuaskan. Selain itu juga dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia. Jadi semakin bagus jaminan yang diberikan oleh perusahaan maka tenaga kerja yang dimilikinya pun juga akan semakin berkualitas dengan kesejahteraan yang tercapai.

  • Menyediakan hak-hak yang seharusnya diterima tenaga kerja

Keberadaan jaminan sosial tenaga kerja juga bertujuan untuk memperjuangkan hak-hak tenaga kerja yang harus diterima. Hak-hak tersebut dapat berupa jaminan keselematan kerja, jaminan kesehatan dan jaminan lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan mereka. Terutama jika bidang pekerjaan mereka cukup berbahaya seperti pemadam kebakaran, atau jenis pekerjaan lainnya. Hak-hak yang harus diterima oleh tenaga kerja sudah diatur oleh Undang-Undang sehingga ada dasar hukumnya. Bagi perusahaan yang melanggar akan mendapatkan sanksi yang setimpal. Namun, di sisi lain tenaga kerja juga harus melakukan kewajibannya untuk bekerja sesuai dengan aturan yang ada.

  • Memberikan kesejahteraan bagi tenaga kerja beserta dengan keluarganya

Bagian paling penting dari tujuan dilakukannya jaminan sosial tenaga kerja adalah memberikan kesejahteraan. Jaminan terhadap kesejahteraan ini bukan hanya untuk tenaga kerja saja, melainkan juga untuk keluarganya. Ada kondisi tertentu yang membuat seorang tenaga kerja tidak bisa melanjutkan bekerja, maka perusahaan harus tetap memastikan kesejahteraan dari keluarganya. Jangan sampai setelah tenaga kerja tersebut berhenti bekerja, lalu keluarganya menjadi hidup sengsara. Jaminan kesejahteraan ini bisa berupa uang santunan untuk keluarga atau beasiswa untuk anak-anaknya. Sehingga meski sudah tidak bekerja, keluarganya tetap bisa melanjutkan hidup dengan baik.

  • Memberikan jaminan keselamatan yang lebih baik dari perusahaan

Perusahaan wajib memberikan jaminan keselamatan jika terjadi kecelakaan kerja yang menyebabkan cacat ataupun meninggalnya tenaga kerja. Maka perusahaan sudah seharusnya membayar ganti rugi kepada tenaga kerja tersebut. Adanya kecelakaan kerja atau masalah lain yang membahayakan keselamatan pekerja bisa merugikan juga bagi perusahaan. Jadi dengan begitu perusahaan akan lebih menjamin keamanan selama bekerja. Kemanan ini bisa dilakukan dengan fasilitas kesehatan atau keamanan, alat-alat keselamatan dan lain-lain. Jika tenaga kerja mereka tetap aman dan sehat, perusahaan pun tidak perlu membayar jaminan dan kehilangan tenaga kerjanya. Di sisi lain, tenaga kerja juga lebih terjaga keselamatannya.

Berikut Jaminan Sosial yang Diberikan Perusahaan

 

Jaminan-jaminan ketenagakerjaan yang telah diatur oleh pemerintah ada empat macam. Perusahaan harus memberikan keempat jaminan ini untuk tenaga kerja mereka. Baik tenaga kerja yang sudah tetap maupun belum harus mendapatkan jaminan tenaga kerja. Jaminan inilah yang menjadi tolak ukur kesejahteraan tenaga kerja. Jika sebuah perusahaan sampai mengabaikan salah satu saja jaminan maka akan ada hukuman berat yang harus ditanggung. Selain itu tenaga kerja juga boleh melakukan tuntutan jika dirasa perusahaan tempatnya bekerja belum memberikan haknya. Jaminan-jaminan yang wajib diberikan perusahaan adalah:

  1. Jaminan kecelakaan kerja

Jaminan ini berikan untuk mencegah dan mengatasi jika terjadi kecelakaan kerja. Ketika terjadi kecelakaan kerja yang dialami oleh tenaga kerja maka perusahaan wajib menanggung biaya pengobatan hingga tenaga kerja tersebut benar-benar sembuh. Perusahaan juga harus tetap membayarkan gaji kepada keluarganya selama masa penyembuhan. Kecelakaan kerja ini bisa berupa kecelakaan saat akan berangkat dan pulang bekerja serta kecelakaan selama bekerja. Namun, jika kecelakaan yang terjadi menyebabkan tenaga kerja menjadi cacat maka perusahaan wajib memberikan dana santunan kepada keluarganya.

  1. Jaminan kematian

Jaminan kematian baru diberikan kalau tenaga kerja meninggal dunia pada masa kerjanya. Apalagi jika meninggalnya tenaga kerja disebabkan oleh adanya kecelakaan kerja. Perusahaan sudah seharusnya memberikan santunan kepada keluarganya hingga membiayayai proses pemakanan. Perusahaan juga wajib menjamin pendidikan anak-anak tenaga kerja yang masih dalam usia sekolah sehingga tidak ada yang sampai putus sekolah karenanya. Sehingga dengan kata lain, perusahaan tetap menanggung biaya hidup keluarga tenaga kerja yang telah meninggal. Terutama jika yang meninggal adalah tulang punggung keluarga sehingga keluarganya masih membutuhkan bantuan dana untuk mencukupi kehidupannya.

  1. Jaminan hari tua

Jaminan berikutnya adalah jaminan hari tua. Jaminan ini bisa diberikan jika tenaga kerja telah memasuki usia tuanya sehingga tidak mampu lagi untuk bekerja. Jaminan hari tua ini berupa diberikannya gaji untuk mencukupi kebutuhan hidup selama masa tua atau pensiun. Jaminan diberikan untuk tenaga kerja dan akan diteruskan kepada istri atau suaminya. Biasanya tenaga kerja dapat berhenti di masa tuanya ketika sudah menginjak usia 55 tahun ke atas.

  1. Jaminan pemeliharaan kesehatan

Jaminan lain yang berhak diterima oleh tenaga kerja adalah jaminan akan kesehatan. Jaminan kesehatan ini dapat berupa pemeriksaan kesehatan secara gratis dan dibiayai oleh perusahaan. Jika tenaga kerja tiba-tiba sakit sehingga tidak dapat bekerja maka perusahaan akan membiayai proses pengobatannya hingga ia sembuh dan dapat bekerja kembali.

About The Author